Dr. Henry A schoeder, ilmuwan yang terkenal di bidang Mineral, mengatakan : "Mineral yang dibutuhkan oleh tubuh manusia yang didapat dalam Air sangat tidak signifikan dibanding dengan mineral yang terdapat dalam makanan"
Jurnal Medis di Amerika mengatakan : "keperluan tubuh akan mineral dalam jumlah besar didapat dari makanan, bukan dari AIR"
"Mineral – mineral yang terdapat dalam air alam adalah non aktif, Air tersebut tidak mengandung enzim-enzim,yang sangat dibutuhkan tubuh yang juga merupakan intisari dari kehidupan". Mineral yang berasal dari buah, sayur dan daging itulah yang di butuhkan oleh tubuh. Dipercaya bahwa air mineral membantu melengkapi unsur-unsur untuk metabolisme dalam tubuh. Tetapi ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa, banyak dari mineral ini adalah dalam suatu bentuk anorganik (mati). Sewaktu mineral ini memasuki peredaran dalam tubuh, mineral ini tidak bisa digunakan dalam proses fisiologis untuk membangun sel tubuh.
Mineral yang terdapat dalam air dikenal sebagai "an-organik"-
Mineral yang terdapat dalam persediaan makanan kita dikenal sebagai "organik"
Mineral di Dalam Air Minum Kita
Anorganik vs. Organik
Ada 120 unsur-unsur anorganik yang menyusun permukaan bumi. Mineral anorganik ini dikenal juga sebagai mineral garam. Ketika mineral anorganik ini dihancurkan/diurai dalam air, maka disebut "total dissolved solid (TDS), total zat padat yang terurai/dihancurkan".
Sepanjang hidup kita, kita telah diajarkan bahwa kita memerlukan mineral di dalam pola makan kita, dan tak seorangpun bisa memperdebatkan hal ini. Namun, banyak yg mempertanyakan komposisi serta sumber yang benar yang betul-betul diperlukan untuk mensuplai tubuh kita dengan mineral-mineral yang penting.
Haruskah mineral-mineral ini organic atau anorganik? Banyak berpendapat air yang kita minum adalah sumber mineral yang baik yang diperlukan oleh tubuh. Benarkah? Haruskah kita bergantung pada air minum kita atau makanan kita untuk menyediakan mineral yang diperlukan tubuh?
Mineral yang terdapat dalam air dikenal sebagai "an-organik"-
Mineral yang terdapat dalam persediaan makanan kita dikenal sebagai "organik"
Barangkali kutipan dan artikel berikut akan sangat membantu menentukan jawaban untuk anda.
Air Mineral vs. Air Murni
Dr. Allen E. Banik dengan Carlson Wade
Dipercaya bahwa air mineral membantu melengkapi unsur-unsur untuk metabolisme dalam tubuh. Tetapi ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa banyak dari mineral ini adalah dalam suatu bentuk anorganik (mati). Sewaktu mineral ini memasuki peredaran dalam tubuh, mineral ini tidak bisa digunakan dalam proses fisiologis untuk membangun sel tubuh. Mineral anorganik ini hanya akan mengganggu kerja biologis tubuh yang adalah sangat sensitive dan sangat komplex. Mineral ini juga sangat memforsir sistem kerja ginjal. Sebagai contoh, akan (secara biologis) mustahil untuk menyediakan tubuh dengan zat besi jika melalui cara mensuplai "tumpukan zat besi" atau mensuplai dengan bentuk mineral anorganik lainnya. Cara yang terbaik untuk mensuplai tubuh dengan zat besi adalah melalui buah-buahan dan sayur-sayuran yang mentah dan segar. Dengan ini, kita bisa melihat bahwa air mineral dapat dengan mudah mensuplai mineral "mati" atau "anorganik" ke dalam tubuh dimana mineral tersebut tidak dapat dicerna/diurai secara benar oleh tubuh.
Dr. Henry A.Schroeder, ilmuwan yang terkenal di bidang mineral, mengatakan: "Mineral yang dibutuhkan oleh tubuh manusia yang didapati dalam air sangat tidak signifikan dibanding dengan mineral yang terdapat dalam makanan."
Jurnal Medis di Amerika menyatakan: "Keperluan tubuh akan mineral dalam jumlah besar didapati dari makanan, Bukan dari air minuman". Fakta : Kandungan mineral organic yang terdapat dalam air minum hanya mewakili 1 % dari jumlah seluruh kandungan mineral yang terdapat dalam air. Satu gelas orange jus mengandung lebih banyak mineral yang bermanfaat bagi tubuh daripada 30 galon air minum yang belum diproses.
Fakta Mengejutkan Tentang Air
N.W. Walker, Doctor of Science, etc.
Anorganik vs. Material Organik
"Sekarang izinkan saya memberi pelajaran ilmu kimia.
Ada dua jenis bahan kimia, anorganik dan organic. Bahan kimia anorganik seperti klorin, aluminium dan sodium fluorida sifatnya tak berdaya (tidak aktif), yang artinya tidak dapat diserap oleh jaringan tubuh dan pembuluh darah dalam tubuh.
Kemistri tubuh kita terdiri dari 19 mineral organic, yang semuanya harus berasal dari makhluk hidup atau makhluk yang pernah hidup. Di saat kita makan apel atau buah atau sayur yang lain, buah tersebut adalah hidup. Buah tersebut masih punya umur hidup (bisa bertahan hidup) untuk beberapa saat setelah di petik dari pohon. Prinsip yang sama berlaku untuk makanan yang berasal dari hewan, ikan, susu, keju dan telur.
Mineral organic sangat penting dalam menjaga tubuh kita untuk tetap hidup dan tetap sehat. Jika kita terlantar di suatu pulau dimana tidak ada satupun tumbuhan, maka kita akan mati. Meskipun ada tanah di bawah kaki kita yang mengandung 18 mineral anorganik, tubuh kita tetap tidak akan dapat menyerap mineral tsb. Hanya tumbuh-tumbuhan yang mempunyai kemampuan untuk menyaring mineral anorganik dari tanah. Tidak ada satupun manusia yang dapat menyaring makanan dari mineral-mineral anorganik.”
Air Dapat Merusak Kesehatan Anda
Paul C. Bragg, N.D., Ph. D.
Spesialist bidang Perpanjangan Umur
"Apa yang tidak dapat tubuh manusia manfaatkan atau keluarkan, jadi harus disimpan. Sebagai akibat, mineral garam (mineral anorganik) tersimpan dan dalam jangka waktu tertentu akan mengakibatkan pengerasan dari pembuluh nadi, pembentukan batu dalam ginjal, saluran kencing, kandung kemih, sendi-sendi, dan oleh factor etiologi dalam terjadinya pembesaran dari sel adipose (sel lemak)".
Oleh sebab itu, untuk manusia dapat hidup sehat 100 %, tubuh manusia harus bebas dari mineral anorganic ini. Di saat air murni masuk ke dalam tubuh manusia, air tersebut tidak meninggalkan sisa /endapan. Air tersebut bebas dari semua unsur mineral garam. Air tersebut adalah minuman yang paling layak untuk kebersihan internal dan kesehatan.
Dr. T.C. McDaniel, Director of Professional Affairs, The National Foundation for Prevention Of Obesity
"Mineral-mineral yang terdapat dalam air alam adalah non-aktif. Air tersebut tidak mengandung enzim-enzim, yang sangat dibutuhkan tubuh yang juga merupakan intisari dari kehidupan. Alam telah menetapkan untuk memberi kehidupan kepada elemen-elemen mineral ini dengan cara membantu mengembangkan pertumbuhan dan kematangan dari tumbuh-tumbuhan. Dalam masa pertumbuhannya, akar-akar mengumpulkan mineral (anorganik) dari tanah, dan mengubah mineral tersebut menjadi elemen-elemen organic dan menyerap/menyalurkan mineral tersebut ke batang, daun-daun, biji dan bunga serta buah. Adalah hal yang alamiah jika penggunaan dari sayur-sayuran segar/mentah dan jus-jus buah dapat menyediakan sel-sel dan jaringan jaringan tubuh dengan makanan dengan kualitas yang terbaik, dalam bentuk mineral yang kaya akan enzim-enzim dalam ukuran mikro".
